Home » Kesehatan » Sembuh Dari Penyakit Empedu dan Hati

Sembuh Dari Penyakit Empedu dan Hati

Untuk harga, daftar ongkos kirim ke berbagai tempat di Indonesia dan pemesanan dapat melihat ke: Harga dan Cara Beli Noni

Penyakit Empedu

 

Macam-macam Batu Empedu

Macam-macam Batu Empedu

A. Definisi Kolelitiasis (Batu Empedu)

Kolelitiasis (batu empedu) biasanya terbentuk dalam kandung empedu dari unsure-unsur padat yang membentuk cairan empedu jadi pada hakekatnya batu empedu merupakan endapan 1 atau lebih komponen empedu : kolesterol, bilirubin, garam empedu, kalsium, protein, asam lemak, fosfolipid. Batu empedu memiliki ukuran, bentuk dan komposisi yang bervariasi.

 

Macam-macam batu empedu:

1. Batu pigmen

Batu pigmen terdiri atas garam kalsium dan salah satu dari anion-anion ini: karbonat, fosfat, dan asam lemak rantai panjang. Cenderung berukuran kecil , berwarna hitam kecoklatan. batu pigmen kemungkinan akan terbentuk bila pigmen dalam empedu mengadakan pengendapan sehingga terjadi batu.Risiko terbentuknya batu semacam ini semakin besar pada psien sirosis, hemolisis dan infeksi percabangan bilier. Batu ini tidak dapat dilarutkan dan hanya dapat dioperasi.

 

2. Batu kolesterol

Kolesterol yang merupakan unsur normal pembentuk empedu bersifat tidak larut dalam air. Kelarutannya tergantung pada asam-asam empedu dan lesitin (fosfolipid) dalam empedu. Pada pasien yang cenderung menderita batu empedu terjadi penurunan sintesis asam empedu dan peningkatan sintesis kolesterol dalam hati, hal ini mengakibatkan supersatursi getah empedu oleh kolesterol yang kemudian keluar dari getah empedu , mengendap dan menjadi batu. Batu kolesterol biasanya berukuran besar, bestruktur bulat atau oval, berwarna kuning pucat.

 

3. Batu campuran

Batu campuran paling sering ditemukan . batu ini memiliki gambaran batu pigmen dan batu kolesterol, berwarna coklat tua. Batu empedu campuran ini sering terlihat dengan pemeriksaan radiografi.

 

Jumlah wanita yang menderita batu empedu empat kali lebih besar daripada laki-laki. Biasanya wanita tersebut berusia lebih dari 40 tahun dan obesitas. Insiden pembentukan batu empedu meningkat pada para pengguna pil kontrasepsi, estrogen, yang diketahui meningkatkan saturasi kolesterol bilier. Insiden pembentukan juga meningkat bersamaan dengan pertambahan umur.

 

Gangguan metabolisme yang menyebabkan terjadinya perubahan komposisi empedu, statis empedu, dan infeksi kandung empedu dianggap sebagai faktor predisposisi. Gangguan kontraksi kandung empedu atau spasme sfingter oddi , atau kedua-duanya dapat menyebabkan terjadinya statis

 

Statis empedu dalam kandung empedu dapat mengakibatkan supersaturasi progresif., perubahan komposisi kimia dan pengendapan.

 

B. Gejala Klinis Kolelitiasis (Batu Empedu)

Penderita penyakit batu empedu dapat mengalami dua jenis gejala: gejala yang disebabkan oleh penyakit pada kandung empedu itu sendiri dan gejala yang terjadi akibat obstruksi pada lintasan empedu oleh batu empedu. Gejalanya bisa bersifat akut ataupun kronis, diantaranya adalah :

  • Rasa nyeri , jika duktus sisitikus tesumbat oleh batu empedu kandung empedu akan mengalami distensi dan akhirnya infeksi. Pasien akan menderita panas dan mungkin teraba masa padat pada abdomen disertai nyeri hebat pada abdomen kuadran kanan atas yang menjalar ke punggung atau bahu kanan, rasa nyeri ini biasanya disertai dengan mual dan muntah dan bertambah hebat dalam waktu beberapa jam setelah makan makanan dalam porsi besar.
  • Ikterus
  • Perubahan warna urin dan feses
  • Defisiensi vitamin

 

C. Evaluasi Diagnostik Kolelitiasis( Batu Empedu)

  • pemeriksaan sinar X abdomen, dilakukan bila terdapat kecurigaan akan penyakit kandung empedu dan untuk menyingkirkan penyebab gejala yang lain. Namun demikian hanya 15 % hingga 20 % batu empedu yang dapat tampak melalui pemeriksaan sinar X.
  • ultrasonografi
  • kolesistografi, meskipun sudah digantikan dengan pemeriksaan USG sebgai pemeriksaan pilihan, kolesistografi masih digunakan jika alat USG tidak tersedia atau bila hasil USG meragukan.
  • ERCP (Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography), pemeriksaan ini memungkinkan visualisai struktur secara langsung yang hanya dapat dilihat pada saat melakukan laparotomi.
  • EUS (Endoscopic Ultrasonografi.

 

Gangguan Penyakit Hati

Gangguan Penyakit Hati seringkali dihubungkan dengan beberapa penyakit hati tertentu. Beberapa pendapat membedakan penyakit hati menjadi 2 golongan yaitu penyakit hati akut dan kronis. Dikatakan akut apabila terjadi manifestasi klinis dari penyakit ini berlangsung sampai 6 bulan, dimana menyebabkan inflamasi nekrosis pada hati. Sedangkan penyakit hati kronis ditunjukkan dengan adanya gangguan fungsi hati yang sudah berlangsung selama lebih dari 6 bulan ( > 6 bulan) yang merupakan kelanjutan dari hepatitis akut atau proses nekroinflamatory yang berkepanjangan. Adapun penyebab penyakit hati dapat disebabkan antara lain oleh:

  • Infeksi virus hepatitis, dapat ditularkan melalui selaput mukosa, hubungan seksual dan atau darah (parenteral)
  • Zat-zat toksik, seperti alcohol atau obat-obatan tertentu
  • Genetic atau keturunan
  • Gangguan imunologis, seperti hepatitis autoimun, yang ditimbulkan karena adanya perlawanan system pertahanan tubuh terhadap jaringan tubuhnya sendiri. Pada hepatitis autoimun, terjadi perlawanan terhadap sel-sel hati yang berakibat timbulnya peradangan hati
  • Kanker, seperti Hepatocellular Carcinoma, dapat disebabkan oleh senyawa karsinogenik antara lain aflatoksin, polivinil klorida (bahan pembuat plastic), virus, dan lain-lain. Hepatitis B dan C maupun sirosis hati juga dapat berkembang menjadi kanker hati.

 

Klasifikasi Penyakit Hati

Secara umum, penyakit hati dibedakan menjadi berbagai jenis dan berikut adalah penyakit-penyakit yang sering ditemukan, yaitu:

  • Hepatitis
  • Sirosis Hati
  • Kanker Hati
  • Perlemakan hati
  • Kolestasis dan Jaundice
  • Hemochromatosis
  • Abses Hati

 

Gejala dan Manifestasi Klinis Penyakit Hati

Secara umum, gejala dan manifestasi klinis yang menandai adanya penyakit hati pada seseorang adalah sebagai berikut:

  • Kulit dan atau sclera mata berwarna kuning (ikterus)
  • Badan terasa lelah dan lemas
  • Gejala-gejala menyerupai flu, misalnya demam, rasa nyeri pada seluruh tubuh
  • Kehilangan nafsu makan, atau tidak dapat makan atau minum
  • Mual dan muntah
  • Gangguan pada pengecapan dan penghiduan
  • Nyeri abdomen, yang dapat disertai dengan adanya pendarahan pada usus
  • Tungkai dan abdomen membengkak
  • Di bawah permukaan kulit tampak pembuluh darah kecil, merah dan membentuk formasi laba-laba (spider naevy), telapak tangan memerah (palmar erythema), dan kulit mudah memar. Gejala tersebut dapat menunjukkan adanya sirosis hati
  • Darah keluar melalui muntah dan rectum (hematemesis-melena)
  • Gangguan mental, biasanya pada stadium lanjut (encephalopathy hepatic)
  • Demam yang persisten, menggigil dan berat badan menurun. Ketiga gejala ini dapat menandakan adanya abses hati

 

Testimoni Penyembuhan Sakit Empedu dan Fungsi Hati

Sakit Empedu dan Fungsi Hati

Sembuh Dari Batu Empedu

Sembuh Dari Batu Empedu

Kherly Herdyanto Emor

Saya mengalami masalah pada fungsi Hati. Hasil lab dan USG menunjukkan semua fungsi hati jauh melebih batasan normalnya ( SGOT, SGPT, Gamma GT dan Alkali Fostafase ). Dan kandungan empedu saya penuh dengan batu dan lumpur (sludge), bahkan kantung empedu saya membesar ( sesuai hasil USG ).

 

Awalnya saya mengonsumsi 1 botol TNB selama 4 hari dengan dosis 60ml setiap jam, sesuai dengan anjuran TNBB. Selanjutnya setengah botol TNBB dengan dosis 30ml setiap jam selama 14 hari. Disamping mengonsumsi TNBB, saya juga mengatur pola makan, menbgonsumsi makanan yang direbus ( 9 ikan dan sayuran rebus ), serta menghindari makanan yang berminyak dan daging. Selain itu saya memperbanyak konsumsi buah ( terutama buah apel setiap hari ), dan istirahat yang baik.

 

Setelah kurang dari lebih satu bulan mengonsumsi TNBB, pada awal Maret saya melakukan pemeriksaan lewat USG dan Lab. Puji Tuhan hasilnya jauh membaik dan sebulan kemudian ( awal April ) saya melakukan pemeriksaan lagi lewat USG dan Lab, Puji Tuhan semua fungsi hati saya sudah kembali normal.

 

Saya sekarang sudah kembali beraktifitas sebagaimana biasanya. Terimakasih saya kepada Tuhan Yesus yang boleh menyembuhkan saya melalui TNBB. Dan terimakasih saya kepada Tahitian Noni yang membantu menyembuhkan penyakit saya.

Untuk harga, daftar ongkos kirim ke berbagai tempat di Indonesia dan pemesanan dapat melihat ke: Harga dan Cara Beli Noni
Post a Comment 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>